Sejarah
Diposting tanggal: 10 Juni 2016

   Sejarah Singkat Rumah Sakit

Rumah Sakit Kusta Ujung Pandang (sekarang RSK Dr. Tadjuddin Chalid Makassar) resmi berdiri pada tanggal 1 Oktober 1982 berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI Nomor 568/Menkes/SK/1982 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Kusta Ujung Pandang. Rumah Sakit Kusta Ujung Pandang meurpakan unit organic dalam lingkungan Departemen Kesehatan yang pada waktu itu berada dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Diakibatkan karena masih tingginya angka prevalensi kusta di seluruh wilayah Republik Indonesia, maka berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 270/MENKES/SK/VI/1985 tanggal 4 Juni 1985, Rumah Sakit Kusta Ujung Pandang ditunjuk menjadi rumah sakit Pembina dan sekaligus sebagai pusat rujukan kusta di Kawasan Timur Indonesia. Adapun wilayah binaan adalah seluruh Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya.

Seiring dengan perkembangan jaman dan kondisi masyarakat, maka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 297/Menkes/SK/III/2008 Rumah Sakit Kusta Makassar berubah nama menjadi Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar yang berada dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Di samping itu brdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 2/KMK.05/2010, Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar diberikan kepercayaan sebagai instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Berdasarkan pertumbuhan pemukiman di Kota Makassar yang sangat pesat yang juga berpengaruh kepada wilayah sekitar rumah sakit, mengakibatkan Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar yang pada waktu dibangun, lokasinya berada di luar kota dan sangat terisolasi sekarang berada di tengah pemukiman warga, sehingga berdasarkan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar mempunyai kewajiban untuk setiap saat siap memberikan pelayanan kepada masyarakat umum. Kondisi tersebut telah disikapi dengan baik oleh Kementerian Kesehatan, di mana pada tanggal 31 Mei 2010 Kementerian Kesehatan memberikan ijin untuk membuka pelayanan umum melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan No. HK.03.05/I/2835/10.

Perkembangan pemikiran masyarakat yang modern menuntut Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar mengikuti dengan melakukan perubahan dari internal khususnya perubahan Struktur Organisasi yang telah ketinggalan jaman dan dirasakan telah tidak sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan oleh masyarakat yang semakin kompleks, maka pada tanggal 14 Mei 2012 Menteri Kesehatan RI mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 009 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kelola Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.

Selama berdirinya Rumah Sakit Dr.Tadjuddin chalid  Makassar telah dipimpin oleh 5 Direktur  dan 1 Direktur Utama. Urutan nama-nama direktur Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar hingga sekarang adalah : (1) dr. A. A. Munru (2) dr. Fahmi A.Tanjung                      (3) dr. Tambunan (4) dr. H. Sanusi Karateng (5) DR. dr. H. Rasyidin Abdullah, MPH, dan Direktur Utama adalah : (1) dr. H. Kamal Ali Parengrengi, M.Kes.

Pada masa kepemimpinan dr. H. Kamal Ali Parengrengi, M.Kes telah terjadi pengembangan unit pelayanan antara lain Unit Rehabilitasi Terpadu (Poliklinik Rehabilitasi Medik, Ortetik Prostetik, Fisioterapi, Okupasi Terapi, Unit Latihan Kerja) dan Unit Bedah Rekonstruksi telah difungsikan dan dimanfaatkan sebagai pusat rehabilitasi cacat kusta yang diarahkan bertaraf nasional. Pengembangan ini disesuaikan dengan kemajuan dan permintaan/kebutuhan terkait rehabilitasi kusta khususnya di wilayah binaan. Kondisi ini sejalan dengan visi Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar yaitu “Menjadi Rumah Sakit Terkemuka di Indonesia dalam Pelayanan Rehabilitasi Kusta Tahun 2019”.

Di samping itu juga telah dilakukan pengembangan terhadap Instalasi Rawat Darurat, KIA/KB dan Perawatan Umum guna memberikan pelayanan kepada masyarakat yang setiap bulan terjadi peningkatan yang cukup signifikan, pengembangan di bidang Pendidikan dan Penelitian (DIKLIT) karena semaikin banyaknya sekolah dan perguruan tinggi di Makassar dan sekitarnya yang membutuhkan tempat lahan praktek dan tempat penelitian di dalam menunjang keilmuan peserta didiknya. Renovasi gedung administrai guna menunjang pelayanan administrasi perkantoran kepada masyarakat dan pegawai yang membutuhkan pelayanan, serta dalam rangkat memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dan keluarganya maka dibentuklah Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).

Selain peningkatan sarana fisik, juga diikuti dengan peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan berkelanjutan dan penyelenggaraan berbagai pelatihan dan penyelenggaraan penelitian pelayanan kesehatan dibuktikan dengan adanya beberapa MoU dengan Institusi Pendidikan dan juga beberapa kerjasama baik lintas sector maupun lintas program.